Cari Blog Ini

Memuat...

Share It

Pages

Minggu, 06 Januari 2013

Uji Kandungan Bahan Makanan


Laporan Uji Kandungan Pada Makanan
A.   Judul Kegiatan   : Uji Makanan.
B.   Nilai Karakter     : Komunikatif, kerja sama, teliti, rasa ingin tahu,                               tekun, jujur, dan tanggung jawab.
C.   Tujuan                : Membuktikan suatu bahan makanan mengandung                           amilum, lemak, protein, dan glukosa.
D.   Landasan Teori  :
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi. Berikut zat-zat yang terkandung dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh.
1.     Amilum


Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan. Adapun fungsi amilum  (karbohidrat) adalah sebagai berikut:
·        Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
·        Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
·        Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh

2.     Gula (GLUKOSA)

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa. Adapun fungsi glukosa adalah sebagai berikut:
·        Untuk menyediakan energi langsung ke sel. 
·        Glukosa merupakan sumber utama energi
·        Perantara metabolisme


3.     Protein

Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).Adapun fungsi protein, yaitu :
·        Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
·        Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
·        Pembuat enzim dan hormone
·        Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
·        Pembentuk antibodi

4.     Lemak

Lemak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan,  lepas dari  wujudnya  yang  padat  maupun  cair.
1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori. lemak terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Adapun fungsi lemak sebagai berikut :
·        Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )
·        Pembangun bagian-bagian sel tertentu
·        Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
·        Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah
·        Sebagai pelindung alat-alat tubuh bagian dalam (sebagai bantalan)

 BIURET
Biuret adalah senyawa kimia dengan rumus kimia H 2 NC (O) NHC (O) NH 2 . Ini adalah hasil dari kondensasi dua molekul urea dan merupakan kotoran yang bermasalah di berbasis pupuk urea. Putih solid ini larut dalam air panas.  Istilah biuret juga menggambarkan keluarga senyawa organik dengan gugus fungsional - (HN-CO-) 2 N-. Jadi biuret dimetil adalah CH 3 HN-CO-NR'-CO-NHCH 3 . Berbagai turunan organik yang mungkin. uji biuret sebuah uji kimia untuk protein dan polipeptida . Hal ini didasarkan pada pereaksi biuret , larutan biru yang mengubah violet pada kontak dengan protein, atau zat-zat denganikatan peptida . Uji dan reagen tidak benar-benar mengandung biuret, mereka dinamakan demikian karena baik biuret dan protein memiliki respon yang sama untuk menguji.

BENEDICT
Reagen Benedict adalah bahan kimia pereaksi bernama setelah seorang kimiawan Amerika,  Stanley Rossiter Benediktus. Benedict's reagen digunakan sebagai ujian bagi kehadiran mengurangi gula . Hal Ini termasuk semua monosakarida dan disakarida ,  laktosa dan maltosa . Bahkan lebih umum, kita coba Benediktus akan mendeteksi kehadiran aldehid (kecuali yang aromatik), dan alpha-hydroxy-keton , termasuk yang terjadi di ketoses tertentu. Jadi,  meskipun ketose fruktosa tidak sepenuhnya mengurangi gula, itu adalah alpha-hydroxy-keton, dan memberikan tes positif karena dikonversi ke aldoses glukosa dan mannose oleh dasar dalam reagen. Reagen Benedict biru mengandung tembaga (II) ion (Cu 2 + ) yang berkurang menjadi tembaga (I) (Cu + ). Ini adalah diendapkansebagai merah tembaga (I) oksida yang tidak larut dalam air.
Cara kerja Benedict
Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di mana glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga(salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi CU+.  Ketika Cu  mengalami reduksi, glukosa memberikan salah satu elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada benedict, maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi.

LUGOL
            Lugol yodium, juga dikenal sebagai solusi Lugol, pertama  kali dibuat pada tahun 1829, merupakan solusi dari unsur iodium dan iodida kalium dalam air, yaitu setelah dokter Prancis JGALugol. larutan yodium Lugol sering digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan, untuk desinfeksi darurat air minum, dan sebagai reagen untuk deteksi pati di laboratorium rutin dan tes medis. Telah digunakan lebih jarang untuk mengisi kekurangan yodium Namun., Iodida kalium murni, mengandung ion iodida relatif jinak tanpa unsur iodium lebih toksik, lebih disukai untuk tujuan ini. 
            Solusi Lugol terdiri dari 5 g yodium (I2) dan 10 g kalium iodida (KI) dicampur dengan air suling yang cukup untuk membuat larutan coklat dengan total volume 100 mL dan kadar yodium total 150 mg / mL. Kalium iodida menerjemahkan yodium SD larut dalam air melalui pembentukan triiodida (I-
3) ion. Hal ini tidak boleh disamakan dengan tingtur solusi yodium, yang terdiri dari unsur iodium, dan garam iodida dilarutkan dalam air dan alkohol. solusi Lugol mengandung alkohol. 
Nama lain untuk solusi Lugol adalah I2KI (iodine-potassium iodide); Markodine, solusi Strong (sistemik), dan berair yodium Solusi BCP.
Lugol diperoleh dari ahli kimia dan apoteker yang berlisensi untuk mempersiapkan dan mengeluarkan solusi. Indikator ini, juga disebut noda, digunakan di berbagai bidang. Solusi ini digunakan sebagai tes indikator keberadaan pati dalam senyawa organik, dengan yang bereaksi dengan memutar sebuah dark-blue/black. 












E.    Alat dan Bahan
1.     Tabung reaksi 6 buah
2.     Pipet tetes
3.     Penjepit tabung reaksi
4.     Rak tabung reaksi
5.     Lumpang porselen dan penumbuknya
6.     Tepung, susu bubuk, tempe, apel, minyak dan telur
7.     Reagen lugol, Benedict/Fehling A + B, biuret, kertas HVS
8.     Air (akuades)
9.     Pembakar spiritus/bunsen
10.   Kertas label

F.    Langkah Kerja
1.     Tumbuklah dengan lumpang porselen bahan-bahan : tempe, telur dan apel
2.     Siapkan 6 buah tabung reaksi pada rak tabung reaksi dan berilah label dengan nama bahan-bahan makanan.
3.     Teteskan pada masing-masing tabung reaksi dengan larutan tepung, minyak, susu, larutan tempe, larutan telur, dan larutan apel. Isi tabung reaksi setinggi 2 cm.
4.     Teteskan ke dalam semua tabung yang telah berisi bahan dengan lugol masing-masing 4 tetes! Amati perubahan warna yang terjadi
5.     Lakukan percobaan nomor 3 setelah semua tabung dibersihkan, kemudian gunakan reagen Benedict masing-masing 4 tetes dan panaskan tabung reaksi di atas nyala api spiritus! Amati perubahan warna yang terjadi!
6.     Lakukan lagi percobaan nomor 3, setelah semua tabung reaksi dibersihkan dan gunakan reagen biuret masing-masing 4 tetes (reagen biuret merupakan campuran dari CuSO4  (prusi) 1% dengan NaOH 10%! Amati perubahan warna yang terjadi!
7.     Teteskan keenam larutan bahan makanan tadi kerta HVS dan panaskan di bawah sinar matahari! Amati berkas yang ditinggalkan pada kertas HVS dan catatlah pada label pengamatan!
Catatan :
1.     Uji amilum      : bahan makanan + larutan lugol => biru
2.     Uji protein       : bahan makanan + larutan  biuret => ungu
3.     Uji glukosa      : bahan makanan + larutan Benedict dipanaskan      merah                         bata
4.     Uji lemak         : laruran bahan makanan diteteskan pada kertas HVS                     => meninggalkan bekas transparan pada kertas HVS

G.  Tabel Pengamatan

No.
Nama Bahan
Warna Mula-Mula
Warna Setelah Ditetesi
Noda Kertas Setelah Kering
Keterangan
Lugol
Benedict
Biuret
1.       
Tepung
Putih
Violet
Putih endapan
Putih
Tidak transparan
Amilum
2.       
Susu
Putih
Putih
Putih  endapan
Ungu
Sedikit transparan
Protein dan lemak
3.       
Tempe
Kuning
Kuning bening
Hijau  endapan
Ungu
Tidak transparan
Protein
4.       
Minyak
Kuning
Kuning endapan
Kuning endapan
Kuning endapan
Transparan
Lemak
5.       
Apel
Coklat muda
Coklat orange
Orange
Kuning
Tidak transparan
Glukosa
6.       
Telur
Putih
Putih
Kuning endapan
Ungu
Tidak transparan
Protein


H.  Rumusan Permasalahan
1.     Dari hasil percobaan yang telah kelompok Anda lakukan, bahan makanan apakah yang lengkap kandungan zat makanannya? Sebutkan bahan makanan yang terkandung di dalam bahan makanan tersebut!
2.     Bahan-bahan makanan apa saja yang mengandung amilum, glukosa, protein dan lemak?
3.     Bagaimana Anda dapat mengetahui bahwa suatu bahan makanan mengandung minyak (lemak)? ( Hubungkan dengan percobaan yang telah kelompok Anda lakukan )

I.      Pembahasan
Makanan yang dimakan sehari-hari sangat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, pertumbuhan, dan untuk menjaga kesehatan. Kekurangan salah satu atau lebih dari makanan di atas dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada tubuh. Disetiap makanan mengandung zat tertentu dan tidak adanya makanan yang memiliki kandungan zat yang lengkap.  Zat makanan terdiri dari karbohidrat, amilum, lemak, protein, mineral, dan vitamin.
Bahan makanan yang mengandung dari zat amilum, glukosa, protein, dan lemak yaitu :
1.     Amilum
Dari hasil pengamatan yang dilakukan bahan makanan yang mengandung amilum yaitu tepung. Contoh lain bahan makanan yang mengandung amilum yaitu : nasi dan roti
2.     Glukosa
Dari hasil percobaan yang dilakukan bahan makanan yang mengandung glukosa yaitu buah apel. Cintoh lain bahan makanan yang mengandung glukosa yaitu : pisang
3.     Protein
Dari hasil percobaan yang dilakukan bahan makanan yang mengandung protein yaitu tempe, susu, dan telur. Contoh lain bahan makanan yang mengandung protein yaitu : ikan, daging, belut, udang, cumi-cumi, kedelai, kacang tanah, petai, gandum, kepiting, rajungan
4.     Lemak  
Dari hasil percobaan yang dilakukan bahan makanan mengandung lemak yaitu susu dan minyak. Contoh lain bahan makanan mengandung lemak yaitu : mentega, keju, daging, telur, kacang tanah, kelapa sawit, kelapa, wijen, margarin, kacang kapri, biji mete.
Untuk mengetahui bahan makanan tersebut mengandung minyak melalui cara :
Untuk menguji lemak, dapat digunakan kertas HVS. Teteskan larutan yang diuji pada pinggir kertas HVS. Kalau larutan yang diuji itu mengandung lemak, pinggir kertas HVS tampak buran dan transparan.
Sedangkan untuk menguji bahan makanan tersebut mengandung amilum, protein, dan glukosa dapat melakukan :
a.     Percobaan Amilum
Dengan cara pengujian : bahan makanan yang ingin diketahui kandungan amilumnya ditetesi dengan larutan lugol yang encer. Jika menunjukkan warna biru sampai hitam, berarti bahan makanan tersebut positif mengandung amilum.
b.     Percobaan Protein
Dengan cara pengujian : menggunakan Biuret => larutan makanan ditetesi dengan 4 tetes reagen Biuret. Jika warnanya berubah ungu, berarti mengandung protein.
c.      Percobaan Glukosa
Dengan cara pengujian : menggunakan Benedict => larutan makanan ditetesi dengan 4 tetes larutan Benedict kemudian dipanaskan. Jika warnanya berubah merah bata, berarti mengandung glukosa.

J.     KESIMPULAN DAN SARAN
1.     Kesimpulan

Setelah kami melakukan praktikum dapat disimpulkan bahwa :
Reagen lugol digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung amilim, Reagen biuret digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung protein. Reagen benedict digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yan mengandung glukosasedangkan kertas buram digunakan unuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung lemak.
Bahan makanan yang apabila ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi biru kehitaman berarti bahwa makanan tersebut mengandung amlum. Bahan makanan yang ditetesi dengan reagen biuret dan mengocoknya, berubah warna menjadi ungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein.bahan makanan yang didenan reagen benedict dsn memanaskannya diatas pembakar spritus dan warna menjadi merah bata, maka bahan makanan tersebut mengandung glikosa. Sebahan  makanan yang dioleskan pada kertas buram dan memanaskannya pada pembakar spritus, jika meninggalkan bekas noda tranparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.
Bahan makanan yang mengandung amilum yaitu : singkong dan tepung kanji. Bahan makanan yang mengandung glokusa : Santan kelapa, singkong dan pisang ambon. Bahan makanan yang mengandung protein :santan kelapa, tempe, dan tepung kanji, putih telur dan kuning telur. Sedangkan bahan yang mengandung lemak antara lain : santan kelapa dan kuning telur.
Dalam satu bahan makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai lebih dari dua nutrisi. Seperti santan kelapa terdapat glokusa, protein dan lemak.
2.     Saran
Pada setiap materi pembelajaran yang memungkinkan untuk diadakan praktikum mohon untuk dilakukan praktikum untuk membuktikan kesesuaian materi dengan teori-teori yang ada pada setiap bab.























0 komentar:

Poskan Komentar